8 Strategi untuk Diversifikasi dalam Bisnis

8 Strategi untuk Diversifikasi dalam Bisnis

Share Artikel

Saya kira Anda pernah mendengar pepatah lama, “Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang.” Bagi banyak usaha kecil, itu saran yang harus diperhatikan, terutama di era digital ini ketika siklus hidup produk dan kepekaan pelanggan berubah lebih cepat. Cara untuk menghindari hal itu simaklah berikut ini.

Diversifikasi merupakan penganekaragaman atau penganekaan usaha untuk menghindari ketergantungan pada ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi. Diversifikasi bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Memang mudah menawarkan strategi ini kepada orang lain, tapi tidak akan semudah menawarkan kepada orang lain jika kita akan mengimplementasikannya pada bisnis kita. Anda perlu untuk berfikir keras serta memikirkan hal-hal yang paling kreatif untuk bisnis kecil. Berikut ini ada beberapa strategi untuk diversifikasi dalam bisnis.

1. Jual online

Jika Anda tidak menawarkan produk melalui Internet, maka tidak akan bisa merambah pasar yang lebih besar. Karena melalui internet, bisa menjual produk keberbagai kota bahkan keberbagai negara dengan lebih mudah. Untuk memasarkan produk secara online maka perlu menambahkan elemen e-commerce ke website Anda. Jika sudah menjual secara online, maka Anda harus melakukan promosi secara intensif dan terus menjual secara online.

Lihatlah berbagai “pasar” program e-tailers besar seperti Amazon. Perlu mempertimbangkan untuk membuka sebuah toko eBay, terutama jika memiliki terlalu banyak menimbun barang di gudang. Daripada hanya menandai mereka dan meremehkan produk baru yang bermunculan, sebaiknya Anda menjualnya di eBay. Dengan begitu stok barang tidak akan meluap dan bisa update produk-produk baru.

2. Cari produk-produk terkait

Apakah ada produk yang memiliki kesamaan baik dari segi fasilitas yang diberikan, bentuk, dan hal lain yang hampir sama dengan apa yang jual atau apakah pelanggan atau klien Anda membeli dari vendor yang berbeda? Mungkin ada bahan pelatihan yang juga dapat ditawarkan. Sebuah perusahaan peralatan medis, misalnya, menemukan ceruk baru dalam memberikan pelatihan yang berkelanjutan dan dukungan untuk peralatannya.

Versi yang paling agresif dari strategi ini adalah untuk membeli sebuah perusahaan yang membuat produk-produk yang berhubungan dengan Anda. Jika Anda dapat melakukan itu, hal ini bisa menjadi langkah yang sangat cerdas. Diversifikasi lineup Anda dan menghapus pesaing potensial yang mungkin akan menghancurkan usaha. Kita bisa melihat fenomena, bahwa akhir-akhir ini terjadi pada perusahaan seperti Facebook dan Amazon.

3. Tawarkan solusi terintegrasi

Strategi ini merupakan tindak lanjut dari strategi sebelumnya dan pertanyaan dasar yang perlu ditanyakan pada diri dan tim Anda adalah “Bisakah melakukan sesuatu yang lebih? Hal ini bisa dalam bentuk pelatihan, layanan cuaca, aplikasi, peralatan tambahan, monitoring, servising. Segala kemungkinan itu tidak terbatas.

4. Beradaptasi

Rekayasa atau produk atau jasa sehingga menarik bagi kelompok baru konsumen atau pengguna. Jika Anda memiliki “high end” produk atau layanan, maka harus pertimbangkan versi yang lebih murah. Anda perlu berhati-hati bahwa tidak mematikan diri sendiri dengan memberikan harga yang sangat murah tanpa memperhitungkan laba dan rugi yang akan didapat. Dalam beberapa kasus versi “profesional” dan “hobi”, produk yang sama bekerja dengan baik.

5. Cari tahu apa yang berikutnya bisa dilakukan

Apakah perubahan teknologi mulai mengikis dasar Anda? Jangan menjadi yang terakhir dalam industri untuk merasakan dimana hal tersebut bisa terjadi. Mengabdikan bagian dari bisnis untuk memenuhi kebutuhan “pengadopsi awal” dan kemudian akan siap jika perubahan besar terjadi.

6. Buka lokasi lain

Jika melakukan pemasaran produk hanya secara online, maka perlu dipertimbangkan untuk membuka lokasi nyata atau lokasi fisik seperti toko, dan lain-lain. Jika telah memiliki sebuah lokasi fisik, maka perlu dipertimbangkan juga untuk membuka lokasi lain untuk memperluas pemasaran produk yang dijual.

7. Ikuti pertumbuhan

Jika berada di daerah dengan demografi menyedihkan atau tarif pajak yang menghukum, lihat apakah Anda harus memperluas ke daerah yang pertumbuhan pajaknya lebih rendah. Anda perlu melakukan hal ini agar bisnis tidak hanya berjalan di tempat. Anda perlu melakukan perluasan yang bisa mengembangkan bisnis secara pesat.

Lihatlah Selatan, Texas, dan North Dakota. Apakah salah satu dari daerah-daerah tersebut menjadi calon yang baik untuk kantor cabang? Pemilik bisnis yang cerdas, seperti investor cerdas, menempatkan nilai tinggi pada diversifikasi. Luangkan waktu untuk membuat rencana permainan yang baik untuk perusahaan.

8. Pergi ke luar negeri

Jika usaha Anda telah berjalan dan berkembang di negeri sendiri, maka perlu memikirkan untuk membuka cabang di luar negeri. Tidak setiap usaha kecil memiliki sarana untuk melancarkan operasi di luar negeri. Saat ini pengusaha besar mengincar Afrika untuk mengetahui cara mereka menatap Asia 10 tahun lalu. Jaringan dalam komunitas, dan melihat apakah ada bisnis yang mengeksplorasi usaha di luar negeri. Anda mungkin menemukan sebuah proyek di mana perusahaan cocok untuk ikut memiliki andil di dalamnya.

Jangan sampai kepekaan konsumen lebih tajam dari pebisnis seperti Anda. Itu tadi enam hal kreatif untuk meningkatkan dan mengembangkan bisnis kecil Anda. Semoga bisnis Anda terus berkembang dan lancar. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Close Menu